Sejarah Umum
Sejarah Sebagai Peristiwa
Sejarah Sebagai Peristiwa
Apa yang terjadi pada masa lalu
merupakan fakta sejarah atau kenyataan
sejarah. Kenyataan tersebut dapat menjadi
peristiwa sejarah. Dengan demikian, sejarah
sebagai peristiwa ialah kejadian, kenyataan,
dan aktualitas. Kenyataan tersebut telah berlangsung pada masa lalu. Sejarah menjadi sesuatu yang objektif karena
merupakan kenyataan yang benar-benar terjadi. Kehidupan manusia bersifat multidimensi, artinya kehidupan yang dapat
dilihat dari berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut yaitu ekonomi, politik,
sosial budaya, dan lain-lain. Kenyataan sejarah dapat berupa aspek-aspek
kehidupan manusia. Objektivitas sejarah dapat dibuktikan berdasarkan sumber
sejarah yang ditemukan. Apabila suatu peristiwa sejarah itu diceritakan tetapi
tidak ada sumbernya, maka sejarah itu tidak menjadi objektif. Jadi, peristiwa
tersebut bukan kenyataan sejarah.
Peristiwa sejarah dapat dilihat dalam hubungan sebab akibat, baik yang
bersifat internal maupun eksternal dari peristiwa itu. Internal disebabkan faktor
yang ada dalam peristiwa itu sendiri, misalkan lahirnya pergerakan nasional
di Indonesia pada awal abad ke-20 disebabkan oleh lahirnya kaum terpelajar
sebagai dampak dari politik pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial
Belanda melalui politik etis. Secara eksternal pergerakan kebangsaan di Indonesia
lahir disebabkan oleh kemenangan perang oleh Jepang terhadap Rusia 1904/
1905.
Sebab biasanya merupakan syarat utama bagi timbulnya suatu akibat.
Syarat tersebut bisa berupa kondisi tertentu. Sebab suatu peristiwa bisa
bersifat tunggal atau sebab utama, bisa pula bersifat multisebab atau lebih
dari satu. Sebagai contoh, peristiwa perang terjadi disebabkan oleh konflik
militer yang tidak dapat diselesaikan oleh dua negara yang bersengkata. Perang
dapat pula disebabkan oleh multisebab, bukan hanya konflik militer tetapi
disebabkan oleh aspek-aspek lainnya misalnya konflik perbatasan, kepentingan
ekonomi, kepentingan politik dalam negeri, dan sebagainya.
Dalam sejarah umat manusia, peristiwa sejarah dapat merupakan suatu perubahan kehidupan. Sebab sejarah pada hakikatnya merupakan sebuah perubahan. Sejarah mempelajari aktivitas manusia dalam konteks waktu. Dengan melihat aspek waktu tersebut, akan terlihat perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan kehidupan tersebut dapat berupa aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Aspek-aspek tersebut memiliki hubungan yang saling terkait. Suatu peristiwa ekonomi bisa disebabkan oleh aspek politik, sosial, dan budaya, juga sebaliknya. Peristiwa politik biasanya peristiwa kehidupan manusia yang berkaitan dengan kekuasaan. Kekuasaan dapat berhubungan dengan penguasa, negara, pemerintahan, keputusan-keputusan pemerintah, partai politik, undang-undang, keterlibatan masyarakat dalam politik misalnya pemilu, dan lain-lain. Penguasa bisa seorang raja, presiden, atau pemimpin partai. Terdapat pula orang-orang tertentu yang bukan penguasa tetapi memiliki pengaruh terhadap kekuasaan, yang biasanya orang-orang tersebut dikategorikan sebagai “orang-orang besar”, misalkan seorang tokoh masyarakat yang memiliki kharisma di mata masyarakatnya.
Peran seorang penguasa dapat menjadi suatu peristiwa politik, misalnya peran yang dilakukan oleh Daendels ketika menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Salah satu tindakan dari keputusan politiknya yang sangat penting bagi sejarah Indonesia ialah pembuatan Jalan Raya yang terbentang dari ujung barat Pulau Jawa yaitu Anyer sampai dengan ujung timur Pulau Jawa yaitu Panarukan. Pembuatan jalan raya ini berawal dari keputusan politik Daendels yang bertugas mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris, tetapi kemudian berakibat pada aspek-aspek lainnya. Pembangunan jalan raya sebagai suatu sebab, dapat berakibat pada aspek-aspek lain yang tidak lagi merupakan peristiwa politik. Aspek-aspek lain tersebut misalnya pertumbuhan kota-kota di Jawa Barat yang dilalui jalan raya. Kota-kota tersebut misalnya Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, dan kota-kota lainnya. Di antara kota-kota tersebut dibangun jalur ekonomi, karena jalan tersebut berfungsi sebagai sarana transportasi bagi barang-barang yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Di dalam kota-kota tersebut memungkinkan tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat, masyarakat mudah berinteraksi secara ekonomi karena terdapat sarana transportasi, sehingga kegiatan perdagangan antarmasyarakat semakin meluas. Bahkan secara sosial dapat menimbulkan suatu kegiatan usaha jasa, misalnya jasa pengangkutan barang yang menggunakan gerobak kuda. Berdasarkan contoh di atas, dapatlah dilihat bahwa peristiwa politik dapat menjadi sebab terhadap peristiwa-peristiwa lainnya seperti peristiwa ekonomi dan sosial. Selain peran individu dalam politik, peran kelompok juga dapat menjadi peristiwa politik. Misalkan, peristiwa peran yang dilakukan oleh partai politik dalam kampanye. Partai politik merupakan kumpulan individu-individu yang berkumpul untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya, yang biasanya akan mereka perjuangkan nanti di parlemen. Kegiatan kampanye merupakan bagian dari kegiatan pemilu. Kegiatan pemilu dapat memperlihatkan bagaimana individuindividu itu berperilaku. Dalam kegiatan kampanye, partai-partai berlombalomba dengan berbagai jargon yang mereka ungkapkan untuk meraih massa.
Kegiatan kampanye sebagai peristiwa politik dapat menjadi sebab bagi peristiwa-peristiwa lainnya. Misalnya apabila kampanye itu dilakukan tidak dengan tertib dan tumbuhnya fanatisme yang berlebihan di kalangan pengikut atau massa partai politik, dapat berakibat lahirnya peristiwa konflik sosial atau kerusuhan. Selain berakibat secara sosial, kampanye dapat pula berakibat pada kegiatan ekonomi. Misalnya setiap partai politik memiliki identitasnya masing-masing. Identitas tersebut dapat dilihat pada bendera dan kaos yang digunakan oleh massanya. Untuk kegiatan kampanye, identitas tersebut harus digunakan, dan membutuhkan jumlah yang cukup banyak. Pemenuhan identitas tersebut tidak mungkin dilakukan oleh partai itu sendiri, sebab partai lebih berkonsentrasi pada kegiatan politik. Akibatnya, tumbuhlah para pengusaha atau penjual bendera dan kaos partai politik. Terjadi perdagangan bendera dan kaos partai dalam jumlah yang lebih besar. Bagi sekelompok pedagang atau pengusaha, ini merupakan peristiwa ekonomi yang sangat menguntungkan. Partai politik dalam melakukan kampanye biasanya dilakukan di lapangan yang terbuka luas dan membutuhkan kerumunan massa yang cukup besar. Bagi sekelompok pedagang makanan, khususnya pedagang kecil, kerumunan massa ini merupakan potensi untuk mencari konsumen dalam rangka menjual dagangannya. Dalam kegiatan kampanye ini ternyata terjadi peristiwa ekonomi, yaitu terjadinya transaksi dagang antara pedagang makanan yang menjajakan di tempat berlangsungnya kampanye dengan massa pendukung partai. Dalam sejarah Indonesia, peristiwa-peristiwa politik tersebut dapat dilihat dari kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) yang pertama pada tahun 1955 sampai dengan pemilu terakhir pada tahun 2003. Bagi mereka yang mengalaminya pelaksanaan pemilu, dapat melihat secara langsung dari lingkungan terdekat atau lingkungan sekitarnya bagaimana perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada saat pemilu berlangsung, apakah masyarakat terkonsentrasi sepenuhnya pada kegiatan politik, atau adakah kegiatan ekonomi masyarakat dalam rangka pemilu, atau kegiatan-kegiatan lainnya di luar kegiatan yang bersifat politik. Peristiwa ekonomi merupakan peristiwa yang menggambarkan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi. Ciri utama dari kegiatan ekonomi yaitu adanya produksi dan pertukaran hasil produksi dalam bentuk kegiatan jual beli. Produk yang diperjualbelikan bisa berbentuk barang atau jasa.
Penjajahan yang dilakukan oleh Belanda di Indonesia, tidak hanya dilihat sebagai peristiwa politik belaka, dapat pula dilihat sebagai peristiwa ekonomi. Misalkan kebijakan pemerintah kolonial Belanda tentang Sistem Tanam Paksa atau cultuurstelsel dan diberlakukannya Undang-Undang Agraria 1870. Sistem Tanam Paksa dilaksanakan oleh pemerintah kolonial Belanda pada dasarnya merupakan persoalan ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah Belanda. Kas negara pemerintah Belanda mengalami kekosongan yang disebabkan oleh pembiayaan perang. Untuk memenuhi kekosongan kas negara tersebut, pemerintah Belanda menjadikan wilayah jajahannya (Indonesia) sebagai sumber komoditas ekonomi. Sebagai pelaksanaan sistem tanam paksa, lalu ditanamlah tanam-tanaman yang laku di pasaran dunia atau tanaman ekspor. Pemerintah Belanda mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari pelaksanaan Sistem Tanam Paksa tersebut. Keuntungan itu diperoleh karena pemerintah Belanda tidak mengeluarkan ongkos produksi yang besar. Dalam penanaman digunakan buruh yang tidak diupah secara bebas, tetapi buruh yang memiliki wajib kerja. Akibat sosial yang terjadi dalam masyarakat di Indonesia ialah timbulnya kemiskinan, bahkan kelaparan. Terjadi kematian penduduk di beberapa daerah karena kelaparan. Ternyata bagi penduduk, Sistem Tanam Paksa tidak memberikan kesejahteraan secara ekonomis. Dampak-dampak negatif inilah yang kemudian menjadi salah satu sebab dihapuskannya Sistem Tanam Paksa. Sebagai pengganti dari Sistem Tanam Paksa yaitu diberlakukannya Undang- Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870. Pemberlakuan Undang-Undang tersebut dapat dilihat sebagai suatu peristiwa ekonomi. Undang-undang ini mengandung unsur liberalisasi ekonomi, karena yang menjadi penyelenggara utama ekonomi bukan lagi pemerintah seperti halnya dalam Sistem Tanam Paksa, tetapi pihak swasta sebagai penyelenggara. Pemberlakuan Undang-Undang Agraria 1870 mengakibatkan datangnya para investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Peristiwa ekonomi yang dapat dilihat dari diberlakukannya Undang- Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870 tersebut yaitu semakin luasnya dibuka usaha perkebunan. Perkebunan merupakan bentuk kegiatan ekonomi, yaitu adanya produksi berupa hasil tanam-tanaman seperti teh, karet, kopi, kina, tembakau, coklat, dan lain-lain. Hasil-hasil perkebunan tersebut ada yang diolah di pabrikpabrik yang kemudian hasil olahan tersebut dijual. Usaha produksi dan jual beli produk perkebunan ternyata berdampak pada usaha-usaha jasa, baik secara ekonomi maupun sosial. Secara sosial tumbuh model buruh yang berbeda dengan masa tanam paksa. Pada masa tanam paksa, buruh yang digunakan yaitu buruh yang wajib kerja, mereka tidak diberi upah. Sedangkan pada masa diberlakukannya Undang-Undang Agraria, muncul model buruh yang bebas, mereka digaji atau diupah sesuai jam kerja dan hasil pekerjaannya. Begitu pula, mereka bekerja tidak dipaksa. Untuk menarik produk-produk perkebunan, baik ke pabrik maupun dari pabrik ke tempat penjualan, membutuhkan usaha jasa pengangkutan, sehingga tumbuh usaha jasa angkutan.
Peristiwa ekonomi sebagai sejarah masyarakat manusia Indonesia, tidak hanya dilihat pada masa penjajahan. Sejarah kontemporer pun dapat dilihat sebagai peristiwa sejarah. Pada perkembangan sejarah ekonomi yang kontemporer, kita bisa melihat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar lingkungan kita, baik kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Sebagai contoh, kita bisa melihat perubahan atau jatuh bangunnya usaha yang dilakukan oleh para pengrajin di sekitar lingkungan tetangga kita. Bagaimana usaha kerajinan itu dirintis, berkembang pesat pada tahun-tahun tertentu, dan mungkin mengalami kebangkrutan. Berbagai sebab perjalanan sejarah kegiatan ekonomi pengrajin tetangga bisa kita cari. Apakah kebangkrutannya disebabkan oleh modernisasi teknologi, manajemen perusahaan, interes masyarakat pada produk kerajinan, atau sebab-sebab lainnya. Pertumbuhan industri besar yang terjadi di sekitar kita, dapat juga dilihat sebagai peristiwa ekonomi. Bagaimana industri besar itu berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Misalkan di beberapa kota tumbuh pabrik-pabrik besar. Pabrik-pabrik tersebut membutuhkan lahan yang cukup luas. Hal itu menyebabkan banyak kebun-kebun atau sawahsawah yang merupakan sumber kehidupan ekonomi masyarakat menjadi tergusur. Terjadi perubahan sosial dalam diri masyarakat, misalnya masyarakat yang semula berprofesi sebagai petani berubah menjadi buruh pabrik, tukang ojeg, sopir angkot, buruh bangunan, dan lain-lain. Masyarakat di sekitar pabrik kegiatan ekonomi tidak lagi menjadi petani, tetapi beralih ke sektor jasa. Peristiwa sosial merupakan peristiwa sejarah yang terjadi atau timbul dapat disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya. Seperti telah dicontohkan di atas, peristiwa ekonomi dan politik dapat berdampak pula pada peristiwa sosial. Peningkatan ekonomi dalam satu kelompok masyarakat, dapat berakibat terjadinya perubahan sosial. Pertumbuhan pabrik-pabrik dapat pula meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar. Ketika menjadi petani, masyarakat di sekitar, hanya mampu menyekolahkan anaknya sampai jenjang SLTP. Tetapi ketika ia beralih ke profesi jasa dengan tumbuhnya pabrik, masyarakat di sekitar bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi. Perubahan sosial terjadi, yaitu di lingkungan masyarakat sekitar sudah mulai banyak orang-orang yang memiliki pendidikan yang lebih baik. Dengan pendidikan yang lebih baik, memungkinkan bagi masyarakat di sekitar dapat melakukan pilihan-pilihan pekerjaan yang profesional. Peristiwa sejarah terjadi dalam lingkup spasial atau ruang yang beragam. Mulai dari ruang lingkup spasial yang lebih kecil sampai pada ruang lingkup yang lebih besar. Ruang lingkup spasial secara administratif pemerintahan bisa mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, negara bahkan dunia. Sebuah peristiwa sejarah bisa saja terjadi hanya di desa tertentu saja, misalkan bagaimana perubahan pada masyarakat pedesaan di Jawa dengan adanya Sistem Tanam Paksa, apakah mereka tetap menjadi petani, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya.
Dalam sejarah umat manusia, peristiwa sejarah dapat merupakan suatu perubahan kehidupan. Sebab sejarah pada hakikatnya merupakan sebuah perubahan. Sejarah mempelajari aktivitas manusia dalam konteks waktu. Dengan melihat aspek waktu tersebut, akan terlihat perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan kehidupan tersebut dapat berupa aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Aspek-aspek tersebut memiliki hubungan yang saling terkait. Suatu peristiwa ekonomi bisa disebabkan oleh aspek politik, sosial, dan budaya, juga sebaliknya. Peristiwa politik biasanya peristiwa kehidupan manusia yang berkaitan dengan kekuasaan. Kekuasaan dapat berhubungan dengan penguasa, negara, pemerintahan, keputusan-keputusan pemerintah, partai politik, undang-undang, keterlibatan masyarakat dalam politik misalnya pemilu, dan lain-lain. Penguasa bisa seorang raja, presiden, atau pemimpin partai. Terdapat pula orang-orang tertentu yang bukan penguasa tetapi memiliki pengaruh terhadap kekuasaan, yang biasanya orang-orang tersebut dikategorikan sebagai “orang-orang besar”, misalkan seorang tokoh masyarakat yang memiliki kharisma di mata masyarakatnya.
Peran seorang penguasa dapat menjadi suatu peristiwa politik, misalnya peran yang dilakukan oleh Daendels ketika menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Salah satu tindakan dari keputusan politiknya yang sangat penting bagi sejarah Indonesia ialah pembuatan Jalan Raya yang terbentang dari ujung barat Pulau Jawa yaitu Anyer sampai dengan ujung timur Pulau Jawa yaitu Panarukan. Pembuatan jalan raya ini berawal dari keputusan politik Daendels yang bertugas mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris, tetapi kemudian berakibat pada aspek-aspek lainnya. Pembangunan jalan raya sebagai suatu sebab, dapat berakibat pada aspek-aspek lain yang tidak lagi merupakan peristiwa politik. Aspek-aspek lain tersebut misalnya pertumbuhan kota-kota di Jawa Barat yang dilalui jalan raya. Kota-kota tersebut misalnya Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, dan kota-kota lainnya. Di antara kota-kota tersebut dibangun jalur ekonomi, karena jalan tersebut berfungsi sebagai sarana transportasi bagi barang-barang yang dihasilkan oleh daerah tersebut. Di dalam kota-kota tersebut memungkinkan tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat, masyarakat mudah berinteraksi secara ekonomi karena terdapat sarana transportasi, sehingga kegiatan perdagangan antarmasyarakat semakin meluas. Bahkan secara sosial dapat menimbulkan suatu kegiatan usaha jasa, misalnya jasa pengangkutan barang yang menggunakan gerobak kuda. Berdasarkan contoh di atas, dapatlah dilihat bahwa peristiwa politik dapat menjadi sebab terhadap peristiwa-peristiwa lainnya seperti peristiwa ekonomi dan sosial. Selain peran individu dalam politik, peran kelompok juga dapat menjadi peristiwa politik. Misalkan, peristiwa peran yang dilakukan oleh partai politik dalam kampanye. Partai politik merupakan kumpulan individu-individu yang berkumpul untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya, yang biasanya akan mereka perjuangkan nanti di parlemen. Kegiatan kampanye merupakan bagian dari kegiatan pemilu. Kegiatan pemilu dapat memperlihatkan bagaimana individuindividu itu berperilaku. Dalam kegiatan kampanye, partai-partai berlombalomba dengan berbagai jargon yang mereka ungkapkan untuk meraih massa.
Kegiatan kampanye sebagai peristiwa politik dapat menjadi sebab bagi peristiwa-peristiwa lainnya. Misalnya apabila kampanye itu dilakukan tidak dengan tertib dan tumbuhnya fanatisme yang berlebihan di kalangan pengikut atau massa partai politik, dapat berakibat lahirnya peristiwa konflik sosial atau kerusuhan. Selain berakibat secara sosial, kampanye dapat pula berakibat pada kegiatan ekonomi. Misalnya setiap partai politik memiliki identitasnya masing-masing. Identitas tersebut dapat dilihat pada bendera dan kaos yang digunakan oleh massanya. Untuk kegiatan kampanye, identitas tersebut harus digunakan, dan membutuhkan jumlah yang cukup banyak. Pemenuhan identitas tersebut tidak mungkin dilakukan oleh partai itu sendiri, sebab partai lebih berkonsentrasi pada kegiatan politik. Akibatnya, tumbuhlah para pengusaha atau penjual bendera dan kaos partai politik. Terjadi perdagangan bendera dan kaos partai dalam jumlah yang lebih besar. Bagi sekelompok pedagang atau pengusaha, ini merupakan peristiwa ekonomi yang sangat menguntungkan. Partai politik dalam melakukan kampanye biasanya dilakukan di lapangan yang terbuka luas dan membutuhkan kerumunan massa yang cukup besar. Bagi sekelompok pedagang makanan, khususnya pedagang kecil, kerumunan massa ini merupakan potensi untuk mencari konsumen dalam rangka menjual dagangannya. Dalam kegiatan kampanye ini ternyata terjadi peristiwa ekonomi, yaitu terjadinya transaksi dagang antara pedagang makanan yang menjajakan di tempat berlangsungnya kampanye dengan massa pendukung partai. Dalam sejarah Indonesia, peristiwa-peristiwa politik tersebut dapat dilihat dari kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) yang pertama pada tahun 1955 sampai dengan pemilu terakhir pada tahun 2003. Bagi mereka yang mengalaminya pelaksanaan pemilu, dapat melihat secara langsung dari lingkungan terdekat atau lingkungan sekitarnya bagaimana perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada saat pemilu berlangsung, apakah masyarakat terkonsentrasi sepenuhnya pada kegiatan politik, atau adakah kegiatan ekonomi masyarakat dalam rangka pemilu, atau kegiatan-kegiatan lainnya di luar kegiatan yang bersifat politik. Peristiwa ekonomi merupakan peristiwa yang menggambarkan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi. Ciri utama dari kegiatan ekonomi yaitu adanya produksi dan pertukaran hasil produksi dalam bentuk kegiatan jual beli. Produk yang diperjualbelikan bisa berbentuk barang atau jasa.
Penjajahan yang dilakukan oleh Belanda di Indonesia, tidak hanya dilihat sebagai peristiwa politik belaka, dapat pula dilihat sebagai peristiwa ekonomi. Misalkan kebijakan pemerintah kolonial Belanda tentang Sistem Tanam Paksa atau cultuurstelsel dan diberlakukannya Undang-Undang Agraria 1870. Sistem Tanam Paksa dilaksanakan oleh pemerintah kolonial Belanda pada dasarnya merupakan persoalan ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah Belanda. Kas negara pemerintah Belanda mengalami kekosongan yang disebabkan oleh pembiayaan perang. Untuk memenuhi kekosongan kas negara tersebut, pemerintah Belanda menjadikan wilayah jajahannya (Indonesia) sebagai sumber komoditas ekonomi. Sebagai pelaksanaan sistem tanam paksa, lalu ditanamlah tanam-tanaman yang laku di pasaran dunia atau tanaman ekspor. Pemerintah Belanda mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari pelaksanaan Sistem Tanam Paksa tersebut. Keuntungan itu diperoleh karena pemerintah Belanda tidak mengeluarkan ongkos produksi yang besar. Dalam penanaman digunakan buruh yang tidak diupah secara bebas, tetapi buruh yang memiliki wajib kerja. Akibat sosial yang terjadi dalam masyarakat di Indonesia ialah timbulnya kemiskinan, bahkan kelaparan. Terjadi kematian penduduk di beberapa daerah karena kelaparan. Ternyata bagi penduduk, Sistem Tanam Paksa tidak memberikan kesejahteraan secara ekonomis. Dampak-dampak negatif inilah yang kemudian menjadi salah satu sebab dihapuskannya Sistem Tanam Paksa. Sebagai pengganti dari Sistem Tanam Paksa yaitu diberlakukannya Undang- Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870. Pemberlakuan Undang-Undang tersebut dapat dilihat sebagai suatu peristiwa ekonomi. Undang-undang ini mengandung unsur liberalisasi ekonomi, karena yang menjadi penyelenggara utama ekonomi bukan lagi pemerintah seperti halnya dalam Sistem Tanam Paksa, tetapi pihak swasta sebagai penyelenggara. Pemberlakuan Undang-Undang Agraria 1870 mengakibatkan datangnya para investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Peristiwa ekonomi yang dapat dilihat dari diberlakukannya Undang- Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870 tersebut yaitu semakin luasnya dibuka usaha perkebunan. Perkebunan merupakan bentuk kegiatan ekonomi, yaitu adanya produksi berupa hasil tanam-tanaman seperti teh, karet, kopi, kina, tembakau, coklat, dan lain-lain. Hasil-hasil perkebunan tersebut ada yang diolah di pabrikpabrik yang kemudian hasil olahan tersebut dijual. Usaha produksi dan jual beli produk perkebunan ternyata berdampak pada usaha-usaha jasa, baik secara ekonomi maupun sosial. Secara sosial tumbuh model buruh yang berbeda dengan masa tanam paksa. Pada masa tanam paksa, buruh yang digunakan yaitu buruh yang wajib kerja, mereka tidak diberi upah. Sedangkan pada masa diberlakukannya Undang-Undang Agraria, muncul model buruh yang bebas, mereka digaji atau diupah sesuai jam kerja dan hasil pekerjaannya. Begitu pula, mereka bekerja tidak dipaksa. Untuk menarik produk-produk perkebunan, baik ke pabrik maupun dari pabrik ke tempat penjualan, membutuhkan usaha jasa pengangkutan, sehingga tumbuh usaha jasa angkutan.
Peristiwa ekonomi sebagai sejarah masyarakat manusia Indonesia, tidak hanya dilihat pada masa penjajahan. Sejarah kontemporer pun dapat dilihat sebagai peristiwa sejarah. Pada perkembangan sejarah ekonomi yang kontemporer, kita bisa melihat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar lingkungan kita, baik kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Sebagai contoh, kita bisa melihat perubahan atau jatuh bangunnya usaha yang dilakukan oleh para pengrajin di sekitar lingkungan tetangga kita. Bagaimana usaha kerajinan itu dirintis, berkembang pesat pada tahun-tahun tertentu, dan mungkin mengalami kebangkrutan. Berbagai sebab perjalanan sejarah kegiatan ekonomi pengrajin tetangga bisa kita cari. Apakah kebangkrutannya disebabkan oleh modernisasi teknologi, manajemen perusahaan, interes masyarakat pada produk kerajinan, atau sebab-sebab lainnya. Pertumbuhan industri besar yang terjadi di sekitar kita, dapat juga dilihat sebagai peristiwa ekonomi. Bagaimana industri besar itu berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Misalkan di beberapa kota tumbuh pabrik-pabrik besar. Pabrik-pabrik tersebut membutuhkan lahan yang cukup luas. Hal itu menyebabkan banyak kebun-kebun atau sawahsawah yang merupakan sumber kehidupan ekonomi masyarakat menjadi tergusur. Terjadi perubahan sosial dalam diri masyarakat, misalnya masyarakat yang semula berprofesi sebagai petani berubah menjadi buruh pabrik, tukang ojeg, sopir angkot, buruh bangunan, dan lain-lain. Masyarakat di sekitar pabrik kegiatan ekonomi tidak lagi menjadi petani, tetapi beralih ke sektor jasa. Peristiwa sosial merupakan peristiwa sejarah yang terjadi atau timbul dapat disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya. Seperti telah dicontohkan di atas, peristiwa ekonomi dan politik dapat berdampak pula pada peristiwa sosial. Peningkatan ekonomi dalam satu kelompok masyarakat, dapat berakibat terjadinya perubahan sosial. Pertumbuhan pabrik-pabrik dapat pula meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar. Ketika menjadi petani, masyarakat di sekitar, hanya mampu menyekolahkan anaknya sampai jenjang SLTP. Tetapi ketika ia beralih ke profesi jasa dengan tumbuhnya pabrik, masyarakat di sekitar bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi. Perubahan sosial terjadi, yaitu di lingkungan masyarakat sekitar sudah mulai banyak orang-orang yang memiliki pendidikan yang lebih baik. Dengan pendidikan yang lebih baik, memungkinkan bagi masyarakat di sekitar dapat melakukan pilihan-pilihan pekerjaan yang profesional. Peristiwa sejarah terjadi dalam lingkup spasial atau ruang yang beragam. Mulai dari ruang lingkup spasial yang lebih kecil sampai pada ruang lingkup yang lebih besar. Ruang lingkup spasial secara administratif pemerintahan bisa mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, negara bahkan dunia. Sebuah peristiwa sejarah bisa saja terjadi hanya di desa tertentu saja, misalkan bagaimana perubahan pada masyarakat pedesaan di Jawa dengan adanya Sistem Tanam Paksa, apakah mereka tetap menjadi petani, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya.
Description:Sejarah Sebagai Peristiwa
Rating: 5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Sejarah Sebagai Peristiwa
Diposkan Oleh:
Gerbang Sejarah Blog
Pada Jam :
23.10
Labels Sejarah Umum Comments Off
Definisi sejarah Dan Pengertian Sejarah
Definisi sejarah Dan Pengertian Sejarah
Mengapa sejarah perlu definisi? Sebab, sejarah merupakan salah satu ilmu pengetahuan tersendiri, yang memiliki batasan atau definisi. Definisi dapat diartikan sebagai pernyataan secara eksplisit tentang konotasi suatu term (istilah). Konotasi itu terdiri atas atribut-atribut pokok dari term itu, dan definisi adalah pernyataan secara eksplisit tentang atribut itu, tak kurang dan tak lebih. Dengan demikian, definisi adalah suatu pernyataan sistem pemikiran yang teratur dalam taraf keilmuan.
Beberapa ahli memberikan pengertian tentang sejarah. Menurut Edward
Harlott Carr, sejarah adalah suatu proses interaksi antara sejarawan dengan
fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa
sekarang dengan masa silam. Interaksi dalam pengertian ini ialah bahwa sejarawan
merupakan orang yang akan merekonstruksi peristiwa sejarah. Untuk
merekonstruksi tersebut, maka sejarawan menggunakan fakta-fakta sebagai
sumbernya. Fakta-fakta yang berserakan dan terpisah-pisah dapat menjadi
hidup dengan rekonstruksi peristiwa sejarah. Seperti cerita tentang adanya
Kerajaan Purnawarman di Jawa Barat. Sejarawan menemukan fakta-fakta
sejarah berupa prasasti-prasasti yang berada di beberapa tempat yang terpisahpisah.
Secara fisik, prasasti-prasasti tersebut merupakan benda mati yang
tidak bisa berbicara. Tetapi dengan kemampuan merekonstruksi yang dimiliki
oleh sejarawan prasasti-prasasti tersebut menjadi hidup. Tersusun suatu cerita
bagaimana kerajaan itu berdiri, siapa rajanya dan bagaimana kehidupan
masyarakatnya. Gambaran kehidupan masyarakat masa lalu akan memberikan
fenomena tersendiri yang mungkin fenomena tersebut akan ada dalam kehidupan
pada masa-masa yang akan datang. Berdasarkan definisi Carr tersebut, maka
sejarawan akan senantiasa berinteraksi dengan sumber sejarah, karena sejarawan
tidak bisa menyusun cerita sejarah apabila tidak ada sumber. Masa lalu akan
senantiasa berhubungan dengan masa sekarang.
Sejarah ialah kenangan dari tumpuan masa silam. Hal ini diungkapkan
oleh Robert V. Daniel. Kenangan yang dimaksud di sini adalah hal-hal yang
ditangkap oleh memori manusia terhadap peritiwa yang ia lihat. Apa yang
ia lihat dapat menjadi tumpuan dalam mengetahui peristiwa masa lalu. Walaupun
demikian, kenangan yang ditangkap tersebut mengalami keterbatasan.
Keterbatasan yang dimaksud adalah kemampuan manusia dalam mengingat.
Semakin lama peristiwa itu dikenang, biasanya semakin sukar manusia untuk
mengingat kembali apa yang ia lihat atau dialaminya. Peristiwa Tsunami yang
terjadi di Aceh akan menjadi sejarah tentang bencana di Indonesia. Bagi
mereka yang mengalaminya, peristiwa Tsunami tersebut akan menjadi kenangan
dan kenangan tersebut akan menjadi tumpuan bagi orang yang akan menulis
sejarah bencana.
John Tosh mendefinisikan sejarah adalah memori kolektif, sumber
pengalaman melalui pengembangan suatu rasa identitas sosial orang-orang
dan prospek orang-orang tersebut pada masa yang akan datang. Memori kolektif dapat berarti pula ingatan kolektif, masyarakat memiliki ingatan secara
bersama-sama tentang masa lalunya. Masa lalu dapat mengenalkan siapa
identitas sosial dirinya. Misalnya dalam suatu daerah terjadi kerusuhan antarkelompok,
maka masyarakat akan mengingatnya sebagai suatu peristiwa yang
tragis, sangat mengerikan, masyarakat akan sangat benci terhadap peristiwa
tersebut. Peristiwa tersebut akan menjadi sumber pengalaman yang berharga
bagi masyarakat, dan akan dijadikan cermin pada masa yang akan datang.
Masyarakat mengharapkan dan berusaha agar pada masa yang akan datang
tidak terjadi peristiwa tragis tersebut. Dengan identitas sosial dirinya, dia
akan tahu apa yang harus ia perbuat pada masa yang akan datang.
Memori kolektif bukan hanya hal yang jelek saja, tetapi juga hal-hal
yang baik. Misalkan pada masa lalu masyarakat sangat terkesan dengan
kepemimpinan seorang pemimpin yang memiliki kharisma yang sangat besar.
Pemimpin yang adil, merakyat, dan mau membela kepentingan rakyat. Ketika
pemimpin itu meninggal, akan menjadi memori kolektif terhadap pemimpin
tersebut. Masyarakat mengharapkan pada masa yang akan datang, pengganti
pemimpin tersebut dapat memiliki sikap-sikap seperti pendahulunya itu.
J. Bank menyatakan bahwa semua kejadian/peristiwa masa lampau adalah
sejarah; sejarah sebagai kenyataan. Menurut pendapatnya pula, sejarah dapat
membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa yang
lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Semua kejadian yang
dimaksud dalam pendapat tersebut adalah kejadian atau peristiwa yang berkaitan
dengan manusia. Dalam kejadian atau peristiwa tersebut, terdapat bagaimana
manusia berperilaku. Misalkan ketika revolusi di suatu daerah kita bisa melihat
bagaimana masyarakat bereaksi, ada yang sekelompok masyarakat yang
berperilaku mendukung Republik Indonesia, ada yang mendukung Belanda,
ada yang mendukung kelompok pemberontak, ada yang langsung ikut bertempur
melawan Belanda, ada yang menjadi mata-mata pejuang Republik, ada yang
menjadi mata-mata Belanda, ada penduduk yang membantu pejuang dengan
cara memberi makanan, dan berbagai bentuk perilaku lainnya.
Dari peristiwa tersebut, siswa dapat mengetahui bagaimana perilaku individu
atau kelompok masyarakat dalam suatu peristiwa sejarah. Perilaku-perilaku
tersebut dapat menjadi sumber pemahaman terhadap perilaku-perilaku individu
atau kelompok masyarakat pada saat ini dan masa yang akan datang. Misalkan
kita melihat mengapa orang atau suatu kelompok masyarakat tersebut bersikap
kurang mendukung terhadap pemerintah, maka kita bisa melihat sejarah dari
orang atau keluarga dalam masyarakat tersebut pada masa lalunya. Kita dapat
mengambil kesimpulan, orang tersebut bersikap demikian karena pada masa
lalunya keluarganya pun bersikap demikian.
Beverley Southgate menyatakan sejarah adalah suatu studi masa lampau,
suatu studi yang hasilnya secara ideal merupakan suatu penyajian masa lalu sebagaimana adanya. Sebagai suatu studi yang menampilkan suatu kenyataan;
tidak hanya dapat dinikmati adanya, tetapi juga secara moral berguna di
dalam pengajaran. Sejarah divalidasi oleh ketepatan metode ilmu pengetahuan;
dengan penguatan objektivitasnya yang bersumber dari fakta dan menghasilkan
suatu laporan kebenaran. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa sejarah
merupakan suatu ilmu yang memiliki metode yang objektif, artinya menghasilkan
suatu kebenaran yang berdasarkan pada bukti yang memang benar-benar ada.
Sejarah bukanlah dongeng yang bersifat fiksi atau khayalan, peristiwa
masa lalu memang benar-benar ada berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan.
Misalnya di Jawa Barat terdapat Kerajaan Pajajaran, cerita tentang Kerajaan
Pajajaran disusun berdasarkan pada prasasti-prasasti dan sumber-sumber
lainnya yang menceritakan tentang adanya Kerajaan Pajajaran. Selain sebagai
ilmu, sejarah juga berguna dalam pengajaran. Sejarah akan mengajarkan moral,
belajar kebaikan-kebaikan pada masa lalu.
Sejarah adalah studi tentang manusia, manusia dalam kehidupan masyarakat.
Ungkapan tersebut dikatakan oleh Robin Wink. Kehidupan manusia akan
direkam oleh sejarah. Dalam merekam tersebut, akan diketahui perubahan
masyarakat yang terus-menerus, ide-ide yang mengandung aksi-aksi masyarakat,
dan kondisi-kondisi material yang telah membantu atau merintangi perkembangan
aksi masyarakat tersebut. Hal tersebut dinyatakan oleh Sir Charles Fith.
Kesimpulan yang dapat kita nyatakan dari definisi-definisi tersebut yaitu
sejarah merupakan studi tentang manusia sebagai individu maupun kelompok
dalam konteks waktu dan ruang. Sejarah adalah studi tentang kehidupan
masyarakat yang senantiasa mengalami perubahan. Perubahan-perubahan yang
terjadi dalam hidup manusia akan memberikan pelajaran bagi kehidupan manusia
kelak.
Description:Definisi sejarah Dan Pengertian Sejarah
Rating: 5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Definisi sejarah Dan Pengertian Sejarah
Diposkan Oleh:
Gerbang Sejarah Blog
Pada Jam :
02.36
Labels Sejarah Umum Comments Off
Asal Usul Kata Sejarah
Asal Usul Kata Sejarah
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengenal kata sejarah. Kata sejarah sering dipahami oleh masyarakat secara umum sebagai sesuatu hal yang berkaitan dengan masa lampau. Apabila orang ingin mengetahui bagaimana kehidupan masa lalunya, maka orang akan membicarakan sejarah kehidupannya, misalnya, dalam ruang lingkup yang lebih kecil, terdapat sekelompok masyarakat dalam perayaan-perayaan tertentu selalu mengungkap sejarah keluarganya. Di Jawa Barat misalnya, ada tradisi “silaturahmi” hari Raya Idul Fitri dengan cara seluruh keluarga itu berkumpul dan dalam perkumpulan itu diungkapkan bagaimana asal usul keluarga tersebut terbentuk. Tradisi ini sering disebut dengan “khaul” keluarga. Ada pula sejarah itu diungkapkan pada setiap hari ulang tahun, misalkan ulang tahun lembaga pendidikan pesantren. Dalam perayaan lembaga pendidikan ini akan diungkapkan bagaimana sejarah berdirinya pesantren itu, siapa pendirinya, bagaimana proses berdirinya pesantren tersebut, bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh para pendiri dalam membangun pesantren, dan cerita-cerita lainnya. Berdasarkan contoh-contoh tersebut, apakah sejarah itu hanya bicara masa lalu?
Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu Syajaratun, yang berarti
pohon kayu. Pohon dalam pengertian ini merupakan suatu simbol, yaitu simbol
kehidupan. Di dalam pohon terdapat bagian-bagian seperti batang, ranting,
daun, akar, dan buah. Bagian-bagian dari pohon itu memiliki hubungan yang
saling terkait dan membentuk pohon tersebut menjadi hidup. Ada dinamika
yang bersifat aktif, tidak pasif. Dinamika ini terus-menerus terjadi beriringan
dengan waktu dan ruang di mana kehidupan itu ada. Dengan adanya lambang
pohon itu, dapat menunjukkan adanya suatu pertumbuhan dan perkembangan.
Kalau kita kaitkan pengertian syajaratun dengan kehidupan manusia, dapatlah mengandung arti bahwa manusia itu hidup akan terus bergerak tumbuh seiring perjalanan waktu dan tempat atau ruang di mana dia berada. Kehidupan bukanlah sesuatu yang diam atau statis, tetapi sesuatu yang terus-menerus tumbuh dan berkembang. Sebagai contoh, manusia dalam kehidupannya mengalami fase-fase tertentu, yaitu fase di dalam kandungan, lahir, bayi dan anak-anak,remaja, dewasa, dan orang tua. Fase-fase kehidupan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan dalam kehidupan manusia. Kesinambungan itu terjadi karena manusia dalam kehidupannya diikat oleh waktu dan ruang. Ada masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, ketiga-tiganya menunjukkan adanya kesinambungan. Masa lalu akan menentukan masa sekarang, dan masa sekarang akan menentukan masa depan.Waktu dalam pengertian ini dapat diartikan jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan bentuk waktu yang lainnya. Ruang adalah tempat di mana manusia itu tinggal, misalkan di desa, kota, kampung, dusun, dan lain-lain. Dengan uraian contoh tersebut, dapatlah dinyatakan bahwa ciri penting dari sejarah adalah adanya konsep waktu dan ruang. Jadi, sejarah pada dasarnya bukan hanya bicara masa lalu, sejarah pada dasarnya berbicara kehidupan manusia dalam konteks waktu dan ruang.
Selain istilah syajaratun yang berasal dari bahasa Arab, terdapat kata-kata Arab lainnya yang memiliki arti hampir sama dengan kata syajaratun, seperti silsilah, riwayat atau hikayat, kisah, dan tarikh. Silsilah menunjuk pada keluarga dan nenek moyang. Pada kerajaan-kerajaan masa lampau, sering dibuat silsilah keluarga raja, yaitu mulai dari siapa pendiri kerajaan itu sampai pada raja yang sedang berkuasa. Sebagaimana telah dicontohkan di atas, dalam masyarakat ada tradisi pada saat merayakan idul fitri diadakan acara pertemuan keluarga besar dalam rangka silaturahmi. Dalam acara ini biasanya disampaikan silsilah keluarga itu, mulai dari siapa leluhurnya sampai dengan keluarga yang masih hidup. Riwayat atau hikayat dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, baik perorangan maupun keluarga. Riwayat dapat berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Hikayat yaitu cerita tentang kehidupan yang menjadikan manusia sebagai objeknya atau disebut dengan biografi. Kata biografi berasal dari kata bios yang artinya hidup dan gravein yang artinya menulis. Jika objek cerita kehidupan manusia itu seseorang, diri sendiri, disebut autobiografi.
Pada saat ini banyak sekali para tokoh yang membuat biografi atau autobiografi dirinya. Para tokoh ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari kalangan politisi, pejabat, pengusaha, maupun kalangan lainnya. Mereka menulis biografi atau autobiografi dengan harapan masyarakat dapat mengetahui sepak terjang perjuangan hidupnya. Biografi atau autobiografi ditulis biasanya dalam rangka memperingati ulang tahunnya dalam usia-usia tertentu, misalnya dalam rangka ulang tahun ke-70 dan ke-60.
Kata Arab lainnya yang sama dengan syajaratun yaitu tarikh dan kisah. Tarikh dalam bahasa Arab secara umum menunjuk ke masa lampau, juga lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau. Tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah Islam seperti tarikh nabi, tarikh Islam, dan sebagainya.
Selain kata-kata Arab, terdapat pula dalam bahasa-bahasa di Nusantara kata-kata yang artinya mirip dengan sejarah. Kata-kata tersebut seperti babad dalam bahasa Jawa, tambo dari bahasa Minangkabau, pustaka dan cerita. Kata babad menurut Pigeud berarti cerita sejarah. Selain itu, kata tersebut dapat pula diartikan dalam bahasa Jawa yang berarti “memangkas”. Hasil dari pem-babad-an ini ialah suasana terang. Kalau babad dikaitkan dengan kata sejarah, berarti sejarah itu bertugas memberikan penerangan tentang suatu keadaan.
Istilah lainnya yang berasal dari kata asing yang sama dengan kata sejarah yaitu history dari bahasa Inggris, geschichte berasal dari bahasa Jerman, dan gechiedenis berasal dari bahasa Belanda. History berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu historia (dibaca istoria), yang berarti “belajar dengan cara bertanya-tanya”. Menurut filosof Yunani Aristoteles, historia berarti pertelaan sistematis mengenai seperangkat alam, tanpa mempersoalkan susunan kronologis. Dalam perkembangannya, istilah history sama dengan istilah scientia yang artinya pertelaan sistematis nonkronologis tentang gejala alam. Adapun historia lebih diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala-gejala (terutama hal ihwal manusia) dalam urutan kronologis. Dengan demikian, istilah history pada mulanya bukanlah berarti sejarah dalam pengertian sekarang, tetapi lebih dekat sebagai ilmu pengetahuan atau sains.
Dalam perkembangan kemudian, kata historia berarti sesuatu yang telah terjadi. Istilah ini sama dengan kata geschichte, berasal dari kata geschehen, yang berarti terjadi; dan gechiedenis, berasal dari kata geschieden, yang berarti terjadi. Kata historia yang berasal dari bahasa latin tersebut masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Misalnya historie atau l’hisrorie dalam bahasa Prancis, history dalam bahasa Inggris, dan istorya dalam bahasa Rusia.
Kalau kita kaitkan pengertian syajaratun dengan kehidupan manusia, dapatlah mengandung arti bahwa manusia itu hidup akan terus bergerak tumbuh seiring perjalanan waktu dan tempat atau ruang di mana dia berada. Kehidupan bukanlah sesuatu yang diam atau statis, tetapi sesuatu yang terus-menerus tumbuh dan berkembang. Sebagai contoh, manusia dalam kehidupannya mengalami fase-fase tertentu, yaitu fase di dalam kandungan, lahir, bayi dan anak-anak,remaja, dewasa, dan orang tua. Fase-fase kehidupan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan dalam kehidupan manusia. Kesinambungan itu terjadi karena manusia dalam kehidupannya diikat oleh waktu dan ruang. Ada masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, ketiga-tiganya menunjukkan adanya kesinambungan. Masa lalu akan menentukan masa sekarang, dan masa sekarang akan menentukan masa depan.Waktu dalam pengertian ini dapat diartikan jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan bentuk waktu yang lainnya. Ruang adalah tempat di mana manusia itu tinggal, misalkan di desa, kota, kampung, dusun, dan lain-lain. Dengan uraian contoh tersebut, dapatlah dinyatakan bahwa ciri penting dari sejarah adalah adanya konsep waktu dan ruang. Jadi, sejarah pada dasarnya bukan hanya bicara masa lalu, sejarah pada dasarnya berbicara kehidupan manusia dalam konteks waktu dan ruang.
Selain istilah syajaratun yang berasal dari bahasa Arab, terdapat kata-kata Arab lainnya yang memiliki arti hampir sama dengan kata syajaratun, seperti silsilah, riwayat atau hikayat, kisah, dan tarikh. Silsilah menunjuk pada keluarga dan nenek moyang. Pada kerajaan-kerajaan masa lampau, sering dibuat silsilah keluarga raja, yaitu mulai dari siapa pendiri kerajaan itu sampai pada raja yang sedang berkuasa. Sebagaimana telah dicontohkan di atas, dalam masyarakat ada tradisi pada saat merayakan idul fitri diadakan acara pertemuan keluarga besar dalam rangka silaturahmi. Dalam acara ini biasanya disampaikan silsilah keluarga itu, mulai dari siapa leluhurnya sampai dengan keluarga yang masih hidup. Riwayat atau hikayat dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, baik perorangan maupun keluarga. Riwayat dapat berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Hikayat yaitu cerita tentang kehidupan yang menjadikan manusia sebagai objeknya atau disebut dengan biografi. Kata biografi berasal dari kata bios yang artinya hidup dan gravein yang artinya menulis. Jika objek cerita kehidupan manusia itu seseorang, diri sendiri, disebut autobiografi.
Pada saat ini banyak sekali para tokoh yang membuat biografi atau autobiografi dirinya. Para tokoh ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari kalangan politisi, pejabat, pengusaha, maupun kalangan lainnya. Mereka menulis biografi atau autobiografi dengan harapan masyarakat dapat mengetahui sepak terjang perjuangan hidupnya. Biografi atau autobiografi ditulis biasanya dalam rangka memperingati ulang tahunnya dalam usia-usia tertentu, misalnya dalam rangka ulang tahun ke-70 dan ke-60.
Kata Arab lainnya yang sama dengan syajaratun yaitu tarikh dan kisah. Tarikh dalam bahasa Arab secara umum menunjuk ke masa lampau, juga lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau. Tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah Islam seperti tarikh nabi, tarikh Islam, dan sebagainya.
Selain kata-kata Arab, terdapat pula dalam bahasa-bahasa di Nusantara kata-kata yang artinya mirip dengan sejarah. Kata-kata tersebut seperti babad dalam bahasa Jawa, tambo dari bahasa Minangkabau, pustaka dan cerita. Kata babad menurut Pigeud berarti cerita sejarah. Selain itu, kata tersebut dapat pula diartikan dalam bahasa Jawa yang berarti “memangkas”. Hasil dari pem-babad-an ini ialah suasana terang. Kalau babad dikaitkan dengan kata sejarah, berarti sejarah itu bertugas memberikan penerangan tentang suatu keadaan.
Istilah lainnya yang berasal dari kata asing yang sama dengan kata sejarah yaitu history dari bahasa Inggris, geschichte berasal dari bahasa Jerman, dan gechiedenis berasal dari bahasa Belanda. History berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu historia (dibaca istoria), yang berarti “belajar dengan cara bertanya-tanya”. Menurut filosof Yunani Aristoteles, historia berarti pertelaan sistematis mengenai seperangkat alam, tanpa mempersoalkan susunan kronologis. Dalam perkembangannya, istilah history sama dengan istilah scientia yang artinya pertelaan sistematis nonkronologis tentang gejala alam. Adapun historia lebih diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala-gejala (terutama hal ihwal manusia) dalam urutan kronologis. Dengan demikian, istilah history pada mulanya bukanlah berarti sejarah dalam pengertian sekarang, tetapi lebih dekat sebagai ilmu pengetahuan atau sains.
Dalam perkembangan kemudian, kata historia berarti sesuatu yang telah terjadi. Istilah ini sama dengan kata geschichte, berasal dari kata geschehen, yang berarti terjadi; dan gechiedenis, berasal dari kata geschieden, yang berarti terjadi. Kata historia yang berasal dari bahasa latin tersebut masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Misalnya historie atau l’hisrorie dalam bahasa Prancis, history dalam bahasa Inggris, dan istorya dalam bahasa Rusia.
Description:Asal Usul Kata Sejarah
Rating: 5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Asal Usul Kata Sejarah
Diposkan Oleh:
Gerbang Sejarah Blog
Pada Jam :
17.53
Labels Sejarah Umum Comments Off
Popular Posts
-
Sejarah Sebagai Peristiwa Apa yang terjadi pada masa lalu merupakan fakta sejarah atau kenyataan sejarah. Kenyataan tersebut dapat menjad...
-
Sejarah Internet Dan Peristiwa Penting Dalam Perkembangannya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertah...
-
Lima Generasi Sejarah Komputer Pengertian Komputer Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah ...
-
Asal Usul Kata Sejarah Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengenal kata sejarah. Kata sejarah sering dipahami oleh masyarakat seca...
-
Definisi sejarah Dan Pengertian Sejarah Mengapa sejarah perlu definisi? Sebab, sejarah merupakan salah satu ilmu pengetahuan tersendiri...